CARA BUAT MAJALAH ATAU BULETIN SEKOLAH (part-2)

Mengenal lebih jauh Anggota dewan redaksi

Sebenarnya, termasuk di dalam redaksi itu ada reporter dan desainer grafisnya. Agar lebih jelas, deskripsi tugas-tugas kru terakhir ini dijabarkan sebagai berikut:

  • Tim Reporter
    Ada yang berpendapat reporter merupakan bawahan redaksi. Dalam jurnalis umum atau surat kabar bisa saja begitu. Tapi dalam jurnalisme sekolah, agak repot ‘membawahkan’ reporter. Lebih enaknya reporter itu ya bagian dari redaksi.

Lalu ngapain reporter ‘dibedakan’ dengan redaksi?
Kerja reporter lebih terfokus pada liputan berita, ia bertanggung jawab mencari, melaporkan atau meliput peristiwa atau pendapat penting sesuai dengan visi misi majalah sekolah. Reporter lebih banyak bekerja di lapangan. Walaupun demikian, ia hendaknya menyerahkan hasil liputan dalam bentuk artikel liputan yang sudah bagus alias siap tampil di majalah. Rubrik-rubrik di mana para reporter bertanggung jawab adalah liputan kegiatan sekolah, wawancara, liputan kegiatan luar sekolah, dan semacamnya.

Apakah tim reporter harus dibuat secara khusus?
Bisa ya bisa tidak. Dalam praktiknya, ada rubrik yang kurang membutuhkan peliputan. Misal, rubrik iptek, agama, opini, kiat, dan sebagainya. Seorang redaktur bisa membuatnya tanpa angkat kaki dari sekolah. Ia bisa memperoleh sumber penulisan rubrik semacam di atas dari buku atau browsing di internet. Ada juga rubrik yang butuh banget sama peliputan, misal laporan kegiatan sekolah atau wawancara tokoh tertentu. Ada juga rubrik yang kudu digarap bersama, antara reporter dan redaksi non-liputan, misal bahasan utama atau tema utama.

Dengan ilustrasi kerja yang demikian, baiknya, tim reporter dibuat secara khusus agar kerja mereka lebih fokus. Deskripsi tugas mereka adalah meliput suatu berita dan mengemasnya sampai siap tampil di majalah. Untuk kerja reporter, hendaknya dipilih kru redaksi yang berani, bersemangat, optimis, tahu sopan santun, dan mampu membangun komunikasi dengan orang lain (baca: asing/belum dikenal) dengan baik.

  • Tim Desain
    Sebenarnya teman-teman yang berada dalam tim ini masih termasuk lingkup redaksi. Dalam jurnalis umum, mereka biasa disebut sebagai redaktur artistik. Tugas mereka adalah menata letak tulisan-tulisan dari redaktur agar tampil apik dibaca. Mereka pula yang bertugas untuk memberi ilustrasi pada setiap rubrik. Desain per rubrik juga menjadi tanggung jawab mereka. Yang dimaksudkan dengan desain di sini adalah apakah pada rubrik itu memakai gambar latar belakang atau tidak, diberi header/footer atau tidak, dan sebagainya. Termasuk tugas tim ini adalah bikin cover majalah.

Sebaiknya, tim desain ini pula yang mengurus segala hal berkaitan majalah sekolah sampai sebelum naik cetak alias naskah siap cetak. Soalnya, kadang-kadang komputer yang kita gunakan tidak sesuai dengan standar komputer percetakan, akibatnya bisa saja warna jadi berubah (terlalu tua, terlalu muda), font hilang, gambar geser, dan lain sebagainya.

Para kru tim desain ini hendaknya orang yang memang bakat dalam bidang desain grafis. Di antara mereka sebaiknya ada yang pinter menggambar manual, teman kita yang seperti ini cocok dipasang sebagai illustrator. Selain illustrator, sebaiknya ada juga yang bisa mengoperasikan perangkat lunak desain seperti Adobe Indesign, Photoshop, Freehand, CorelDraw,dll. Sebaiknya tidak sekadar bisa saja, ia tetap harus punya sense of art. Perangkat-perangkat lunak seperti itu hanyalah alat. Yang penting tetap saja the man behind the gun-nya.

Jadi tim desain yang belum bisa menggunakan perangkat lunak seperti itu, diharuskan mempelajari buku-buku yang memberi petunjuk pengoperasian perangkat lunak tersebut. Buku semacam ini mudah di dapat di toko-toko buku. Dan jalan terakhirnya kamu minta desainkan sama orang lain/percetakan, jika kamu tidak mau repot-repot.

  • Kru Opsional
    Selain kru utama di atas, sebuah majalah sekolah boleh saja punya kru tambahan atau opsional -boleh punya, boleh juga tidak. Contoh kru opsional yang mungkin saja diperlukan adalah bagian iklan. Siapa tahu Pembina majalah sekolahmu mengizinkan majalah sekolah untuk cari dana selain dana dari sekolah. Nah, kalo demikian, tentu iklan jadi bagian penting buat kelancaran hidup majalah sekolahmu. Untuk menangani iklan dengan baik, perlu dibentuk tim tersendiri. (elvigto)

Sumber: (pengalaman penulis, www.huzaifah.org,
         www.irvansyaiban.wordpress.com)

Tentang elvigto

Learner, writer dan technopreneur. Founder SangGuruGaul. Menyelesaikan studi S1 bidang Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Malang. Pegiat kajian islamic thought and civilizations, curriculum studies, multimedia learning studies dan kepemudaan.
Tulisan ini dipublikasikan di Jurnalistic dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke CARA BUAT MAJALAH ATAU BULETIN SEKOLAH (part-2)

  1. Agus Suhanto berkata:

    wow… posting saya Jualan Online dengan WordPress sedikit banyak terkait dengan posting ini…

  2. galuhsurya berkata:

    Nice info.. pemakaian bahasany mudah dimengerti….

  3. Alif berkata:

    part 1 ko g ada?

  4. novi berkata:

    ni sangat menambah pengetahuan saya

  5. Isti_Thea berkata:

    terima kasih, bisa buat referensi saya dalam membuat majalah sekolah

  6. slamet widodo berkata:

    tank

  7. Hanif berkata:

    woooooooooooooooooooi

  8. Hanif berkata:

    baguuuuuuuuuuuus

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s