Era baru Mobile-Lifestyle 2.0

Mobile-Lifestyle 2.0

Pembaca yang budiman, pernahkah Anda mencoba sehari saja tanpa alat telekomunikasi yang bernama Ponsel/Handphone ini? Penulis rasa jawabannya tidak. Memang kehadirannya sangat bermanfaat bagi manusia, terutama untuk berkomunikasi.

Di era serba digital 2.0 kebutuhan manusia akan komunikasi tidak sebatas pengiriman pesan singkat atau sms. Lebih dari itu sekarang internet telah menjadi primadona dalam masyarakat kita. Terbukti kasus KPK sampai Luna Maya telah sedemikian cepat saling bertukar informasi (masyarakat) mengenai hal tersebut melalui facebook dan twitter.

Baca selebihnya »

(Alasan) Memilih Telkomsel sebagai operator seluler elvigto

Kartu AS ku

Tahun 2007 adalah tahun pertama penulis memiliki sebuah handphone sekaligus kartu perdananya. Memutuskan memakai produk Telkomsel yaitu Kartu As sebagai kartu perdana di karenakan hobi penulis adalah camping.

Keunggulan jaringan (terluas) Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Tanah Air sangat membantu saya berkomunikasi sampai sekarang. Dapat di bayangkan pada saat di hutan (camping) kita kehilangan koneksi jaringan, padahal terjadi sesuatu yang membahayakan. Baca selebihnya »

Telkomsel Mobile Campus: solusi cerdas bagi civitas kampus

Telkomsel Mobile Campus

Telkomsel Mobile Campus adalah program kerjasama terpadu antara Telkomsel dan institusi Perguruan Tinggi di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan solusi komunikasi bagi mahasiswa maupun pihak lain yang berada dalam lingkungan institusi Perguruan Tinggi tersebut, dengan berbagai kemudahan berkomunikasi secara mobile sehingga diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dan mobile social networking secara efektif dan efisen.

Keuntungan yang diperoleh bagi mahasiswa, dosen dan pihak lain yang berada dalam lingkungan Perguruan Tinggi yang telah menjalin kerjasama dengan Telkomsel dalam program Telkomsel Mobile Campus sebagai berikut: Baca selebihnya »

Green Computing for Dummies: Ramah Lingkungan ala TI

Gambar : Green Computing

Isu pemanasan global (Global warming) di planet kita menjadi pembicaraan hangat saat ini. Berbagai usaha telah di lakukan untuk menghadapi isu tersebut. Tak pelak para pakar di berbagai displin ilmu mencoba menerapkan usaha penggunaan sesuatu hal–di bidangnya– menjadi ramah lingkungan.

Dalam acara seminar nasional teknologi di aula Gedung Teknik Informatika, ITS kemarin, ada satu bahasan yang menarik terkait masalah penanggulangan Global Warming ala TI, yaitu Green computing. Keynote speaker acara tersebut adalah Priyanto, Team Leader of ICT competency Standard for Standard di Microsoft serta Romi Satrio Wahono, pendiri IlmuKomputer.com.

Baca selebihnya »

Satu Tahun Blog Elvigto Online : sebuah perjalanan ngeblog bersama Elvigto’s Weblog Area (part-2)

images.jpeg 1

HUT Elvigto

Mengenal para sesepuh blogging di dunia maya telah mengobati keraguan atas pilihan saya memilih dunia blogging daripada friendster. Tercatat mas anas, dian, dan fatihsyuhud adalah sumber ilmu dan inspirasi ngeblog saya dulu. Tidak lupa Om Romi satria wahono juga, arek Madiun jebolan Saitama University, Jepang inilah yang memberi saya petunjuk jalan “para legenda” sekaligus mengarahkan “untuk apakah saya ngeblog” sampai sekarang.

Tepat bulan Juli 2008 blog ini lahir, namun baru tanggal 19 September 2008 saya mulai posting sebuah tulisan pertama, dengan alasan tersebutlah yang membuat saya lebih senang Elvigto’s Weblog Area diperingati tiap bulan September.
Baca selebihnya »

Satu Tahun Blog Elvigto Online : sebuah perjalanan ngeblog bersama Elvigto’s Weblog Area (part-1)

images.jpeg 2

HUT Elvigto

Tak terasa sudah satu tahun saya ngeblog di dunia maya. Banyak hal yang saya dapatkan di sini. Berbagai pengalaman baik maupun buruk selalu menyertai perjalanan sejarah—ngeblog—saya. Dalam rangka memperingati satu tahun blog ini online, maka akan saya ceritakan sedikit perjalanan blog ini. Selamat membaca.

Awal mulai mengenal dunia blog bermula ketika saya diharuskan menjadi pimpinan redaksi (pimred) majalah ROHIS di SMA dulu. Ketika itu saya (umur 17 tahun) di tuntut untuk mengetahui banyak hal tentang dunia remaja. Tak terelakkan dunia internet menjadi arena pelampiasan untuk belajar, selain buku-buku teenlit islami.

Baca selebihnya »